Adopsi Teknologi Digital pada UMKM Kesehatan dan Implikasinya terhadap Produktivitas dalam Perspektif Ekonomi Kerakyatan
Kata Kunci:
adopsi teknologi digital, UMKM kesehatan, produktivitas, ekonomi kerakyatan, systematic literature reviewAbstrak
Transformasi digital telah menjadi salah satu strategi utama dalam meningkatkan daya saing dan produktivitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk pada sektor kesehatan. Meskipun berbagai penelitian telah membahas digitalisasi UMKM, kajian yang secara khusus mengulas adopsi teknologi digital pada UMKM kesehatan dalam perspektif ekonomi kerakyatan masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perkembangan penelitian, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi adopsi teknologi digital, mengkaji implikasinya terhadap produktivitas UMKM kesehatan, serta mengidentifikasi kesenjangan penelitian sebagai dasar pengembangan penelitian selanjutnya. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA 2020). Data penelitian berupa artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2021–2026 dan diperoleh dari berbagai basis data bereputasi, antara lain Scopus, Web of Science, ScienceDirect, SpringerLink, Emerald Insight, ProQuest, dan Google Scholar. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dan sintesis naratif.
Hasil kajian menunjukkan bahwa adopsi teknologi digital, seperti digital marketing, e-commerce, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), Electronic Medical Record (EMR), cloud computing, sistem informasi manajemen, dan Artificial Intelligence (AI), berkontribusi positif terhadap peningkatan efisiensi operasional, kualitas pelayanan, inovasi, daya saing, serta produktivitas UMKM kesehatan. Keberhasilan implementasi teknologi digital dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain literasi digital, kompetensi sumber daya manusia, kesiapan organisasi, dukungan pemerintah, akses pembiayaan, dan ketersediaan infrastruktur digital. Sebaliknya, rendahnya literasi digital, tingginya biaya investasi, keterbatasan infrastruktur, dan kesenjangan akses teknologi masih menjadi hambatan utama dalam proses transformasi digital. Dalam perspektif ekonomi kerakyatan, digitalisasi UMKM kesehatan tidak hanya meningkatkan produktivitas usaha, tetapi juga memperkuat pemberdayaan masyarakat, memperluas kesempatan berusaha, meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Penelitian ini juga mengidentifikasi bahwa kajian mengenai keterkaitan antara adopsi teknologi digital, produktivitas UMKM kesehatan, dan ekonomi kerakyatan masih terbatas sehingga diperlukan penelitian empiris lanjutan untuk mengembangkan model konseptual yang lebih komprehensif.
