Model HESK sebagai Kerangka Kerja Baru untuk Manajemen Pendidikan Tinggi dalam Mewujudkan Healthy Campus dan Sustainable

Penulis

  • Sahrul Universitas Negeri Makassar Penulis
  • Idris Amiruddin Penulis

Kata Kunci:

HESK Model, Higher Education Management, Healthy Campus, Sustainable

Abstrak

Transformasi pendidikan tinggi menuntut tata kelola yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga kesehatan, kesejahteraan, dan keberlanjutan. Studi ini menawarkan Model HESK (Tata Kelola Kesehatan, Keberlanjutan Lingkungan, Kesejahteraan Sosial, dan Pengetahuan & Inovasi) sebagai kerangka kerja manajemen Kampus Sehat terintegrasi untuk mendukung pencapaian SDG 3. Model ini mengintegrasikan tata kelola, lingkungan, kesejahteraan sosial, dan inovasi untuk menghasilkan kampus yang sehat, adaptif, dan berkelanjutan. Studi ini menggunakan pendekatan Meta-Sintesis Kualitatif yang didukung oleh Analisis Kuantitatif Komparatif (Meta-Review). Untuk perbandingan, tata kelola kampus berfokus pada empat dimensi: Tata Kelola Kesehatan, Keberlanjutan Lingkungan, Kesejahteraan Sosial, dan Pengetahuan & Inovasi. Fokus pada dimensi Tata Kelola Kesehatan adalah 25%, fokus pada dimensi Keberlanjutan Lingkungan adalah 43%, fokus pada dimensi Kesejahteraan Sosial adalah 19,5%, sedangkan fokus pada dimensi Pengetahuan & Inovasi adalah 12,5%. Namun, pembangunan perlu dilakukan dengan urutan prioritas Tata Kelola Kesehatan → Keberlanjutan Lingkungan → Kesejahteraan Sosial → Pengetahuan & Inovasi. Model HESK menghadirkan kerangka kerja manajemen pendidikan tinggi yang sistematis, terintegrasi, dan adaptif dalam mewujudkan Kampus Sehat yang berkelanjutan 

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30