Pemanfaatan Artificial Intelligence dan Big Data untuk Deteksi Dini Penyalahgunaan Narkoba Berbasis Pola Media Sosial
Kata Kunci:
Artificial Intelligence, Deteksi Dini, Media Sosial, Penyalahgunaan NarkobaAbstrak
Penyalahgunaan narkoba di ruang digital berkembang pesat melalui penggunaan istilah sandi (slang), manipulasi teks (leetspeak), dan pembentukan komunitas terselubung di media sosial. Penelitian ini bertujuan merancang kerangka kerja pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan Big Data Analytics untuk deteksi dini penyalahgunaan narkoba berbasis pola perilaku media sosial. Melalui pendekatan triangulasi multimodal, sistem memproses data tidak terstruktur (unstructured data) dari platform X, Reddit, Instagram, dan TikTok menggunakan teknik Natural Language Processing (NLP), pemodelan Deep Learning, analisis deret waktu (time-series analysis), serta Social Network Analysis (SNA). Hasil pemodelan NLP berbasis Transformer-based contextual embeddings (BERT/RoBERTa) yang dikombinasikan dengan arsitektur LSTM-CNN menghasilkan performa komputasi tinggi dengan tingkat akurasi 92,4%, presisi 89,7%, dan F1-Score 90,4%. Integrasi analisis metadata temporal yang mengidentifikasi anomali jam aktif pengguna pada dini hari serta pemetaan jejaring relasional berbasis Graph Convolutional Networks (GCN) berhasil menekan angka kesalahan klasifikasi (False Positive Rate) hingga di bawah 8%. Temuan ini membuktikan bahwa sinergi AI dan Big Data efektif sebagai sistem peringatan dini (early warning system) yang mampu memisahkan diskursus medis dari indikasi aktif penyalahgunaan zat. Implementasi teknologi ini harus menjunjung tinggi prinsip Privacy by Design dan Human-in-the-Loop (HITL) serta difokuskan pada pendekatan kesehatan masyarakat.
